Thursday, January 14, 2010

Tips pada Hari-H: Jangan Terlambat untuk Akad Nikah!



Kembali saya selaku pembawa acara yang telah lebih dari lima tahun bertugas, hendak berbagi tips dengan calon penganten disini; yang diharapkan dapat juga bermanfaat bagi keluarga mempelai as well.

Pada hari yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu hari pernikahan, ada satu ‘masalah’ yang selalu saya temukan secara berulang (mohon maaf kalau kurang berkenan dengan kata ‘masalah’ atau trouble; but that’s what it is!) yaitu keterlambatan pada waktu akad nikah.

Siapakah yang suka terlambat? Apakah pak penghulu? Atau MC nya? Iyalah, mereka semua memang payah, tidak menghargai waktu! Demikian mungkin anda menduga dalam hati.

Namun, sepanjang pengalaman saya, bukanlah pihak-pihak yang disebutkan diatas yang potensial untuk terlambat hadir di tempat pelaksanaan akad nikah, bapak dan ibu.

Justru penganten dan para keluarga lah yang saya saksikan sering datang tidak sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, alias telat lat lat...


Pembacaan ayat suci Al Qur'an sebelum ijab-qabul

Mari kita bahas kenapa pak penghulu atau MC ‘tidak’ pernah datang terlambat.

FYI, pak penghulu, biasanya memiliki beberapa jadwal akad nikah dalam sehari. Misalnya jadwal Anda selaku calon penganten adalah pukul delapan pagi. Pada pukul sembilan, pak penghulu biasanya sudah harus menikahkan calon penganten lain di gedung lain. Dan pada pukul sepuluh, ada lagi calon mempelai lain yang sudah menunggu di kelurahan lain.

Keterlambatan satu calon penganten bisa berakibat fatal pada calon-calon penganten yang lain, oleh karena itu, biasanya pak penghulu tak akan mau mengambil resiko ini. Daripada hancur semua, lebih baik hanya satu yang hancur. Jadi jika Anda dan keluarga tak jua siap dalam setengah jam, pak penghulu berhak untuk meninggalkan tempat dan beralih ke calon penganten lain.

Dan selama ini belum pernah saya menyaksikan pak penghulu terlambat. Rata-rata pak penghulu datang satu jam sampai setengah jam sebelum akad. Dan biasanya pula, pak penghulu sudah hadir sebelum keluarga siap.

Sekarang mengenai MC, mengapa kecil kemungkinan ia terlambat? Well, tidak lah mudah untuk bisa mendapatkan kepercayaan orang agar kita bisa jadi MC. Jika Anda sebagai MC terlambat atau tidak datang, that will be your last job as an MC. Dan jika MC pada hari pernikahan Anda bukanlah seseorang yang baru mengubah karir jadi MC satu hari sebelumnya, anda boleh percaya bahwa ia akan datang jauh sebelum waktunya. Rata-rata MC datang satu jam sebelum pelaksanaan. Bahkan saya sendiri menerapkan disiplin yang lebih tinggi, yaitu saya sudah harus hadir dua jam sebelum pelaksanaan acara (promosi dikit ya, but that’s true).

Jadi, para penganten dan keluarga lah yang selalu terlambat untuk menuju meja akad nikah. Mengapa ya? Saya tak hendak mengaitkan dengan disiplin waktu yang sangat rendah di negara kita ini :)

Barangkali karena perbedaan persepsi. Persepsi yang umum pada keluarga penganten, jika akad nikah pukul delapan pagi, maka sekitar pukul delapan tersebut kita harus bersiap-siap.

Padahal menurut persepsi pak penghulu (dan juga saya), akad nikah jam delapan pagi berarti, pada jam delapan tersebut mempelai pria menjabat tangan ayah dari mempelai wanita, sambil menjawab “Saya terima nikah dan kawinnya si fulanita binti fulan dengan mas kawinnya yang tersebut, tuunnai..!”.

Itulah yang terlaksana pada pukul delapan pagi, atau lewat dikit boleh lah, sesudah pembacaan Al Qur’an dan sari tilawah.

Berarti, seserahannya kapan dong? Bagaimana dengan kata-kata penyerahan dari ayah penganten pria dan penerimaan dari pihak penganten wanita? Ya setengah jam sebelumnya.

Dan perhitungkan juga waktu yang anda butuhkan dari rumah menuju gedung resepsi. Jika Anda calon mempelai wanita, kalkulasikan juga waktu yang dibutuhkan untuk tata rias – yang normalnya makan waktu dua jam.


Saat-saat yang menegangkan: pengucapan ikrar akad nikah; ijab dan qabul

Jadi, jika akad nikah Anda jam 8 pagi, maka:

  • Jam 4 pagi Anda sudah bangun dan mandi
  • Jam 5 pagi berangkat ke gedung
  • Jam 6 pagi sudah berada di ruang rias
  • Jam 7 pagi sudah siap bersama keluarga
  • Jam 7:15 semua sudah hadir di mesjid/ gedung tempat akad nikah
  • Jam 7:30 Seserahan
  • Jam 8 acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an
  • Jam 8:05 pak penghulu memulai prosesi ijab-kabul
  • Jam 8:30 pak penghulu meninggalkan ruangan
  • Jam 8:40 nasehat perkawinan, sungkeman, dan foto bersama
  • Jam 9-an, Anda sudah sah jadi suami istri, dan masih cukup banyak waktu tersedia untuk persiapan resepsi yang dimulai pada jam 11 siang.

Demikianlah menurut saya, rundown kegiatan yang sukses dan tak membuat Anda atau keluarga keluarga terbirit-birit bak dikejar dedemit.

Kesiapan akan menentukan kesuksesan acara Anda dan juga kenyamanan semua pihak.

Biasanya, kalau pak penghulu sudah siap dan keluarga masih belum ada yang muncul, saya mengajak beliau mengobrol sambil menunggu calon mempelai dan keluarga; kasihan kalau dibiarkan bengong sendirian.

Suatu waktu pernah pak pengulu curhat pada saya bahwa ia terpaksa meninggalkan calon penganten dari keluarga petinggi militer karena mereka belum siap juga. Ia dikejar-kejar oleh panitia dan mereka bilang akan menambah ‘tips’ untuk bapak Penghulu. Tentu saja bukan itu masalahnya.

Ketika saya sampaikan bahwa MC seharusnya lebih berperan dalam hal ini, pak penghulu langsung mengiyakan dan katanya memang MC-nya waktu itu kurang tegas, mungkin sungkan karena keluarga penganten banyak yang orang berpangkat. Well, tentu MC harus bisa dong mengingatkan pihak keluarga dengan cara yang menyenangkan dan friendly.

Jadi, jika acara akad nikah Anda jam 8, bersiaplah dari jam 4 pagi! Dan sampaikan pada keluarga bahwa pada jam 7 teng, semua sudah siap di mesjid/ gedung tempat akad nikah. Setelah disampaikan seperti itu pun, paling pukul 7:30 baru keluarga pada berdatangan.

Jika hal ini sudah menjadi perhatian penganten dan keluarga, pasti lah hari bahagia Anda akan jauh sangat menyenangkan, tak perlu ada rasa tegang dan terburu-buru, sehingga persiapan untuk resepsi pun akan jauh lebih baik.

Dan happy wedding yang Anda cita-citakan benar-benar jadi kenyataan.

Hopefully!


Do'a bersama sesudah pelaksanaan akad nikah

Salam,
MC Wady Sutan Pamenan

No comments:

Post a Comment

Google+